CMS JOOMLA

A.    Sejarah Singkat Joomla

Pada tahun 2001 sebuah perusahaan di Australia bernama Miro membuat sebuah CMS bernama Mambo. Software ini dibuat dengan sistem open source sehingga konstributor terhadap pengembangan software ini sangatlah pesat. Karena melihat sisi bisnis yang semakin cemerlang pada tahun 2002, kini perusahaan mulai berubah pikiran dan membuat dua versi dari Mambo yaitu versi open source dan versi komersil yang dijual. Versi open source dinamakan MOS (Mambo Open Source) sedangkan versi komersilnya dinamakan Mambo CMS.

Pada tanggal 17 Agustus 2005, perseteruan antara pengembang Mambo dengan Miro sebagai pemegang hak cipta mencapai puncaknya dimana para pengembang Mambo ramai-ramai hijrah dan mengembangkan CMS Open Source sendiri dengan nama Joomla!. Pada tanggal 16 September 2005 diperkenalkanlah Joomla! versi 1.0.0 kepada publik yang sebenarnya merupakan produk yang sama dengan Mambo 4.5.2.3, tetapi dengan beberapa perbaikan.

Joomla adalah sebuah Content Management System (CMS) yang dibuat menggunakan bahasa PHP (PHP Hypertext Processor). Sejarah munculnya Joomla adalah karena ada sedikit “konflik” antara develop (pengembang) Mambo dengan founder (pembuat program) Mambo. Pihak founder berkeinginan untuk membentuk sebuah perusahaan bernama Mambo Foundation, namun para pengembang tidak setuju karena mereka beralasan bahwa jika Mambo sudah ditangani oleh sebuah perusahaan secara otomatis Mambo akan menjadi sebuah software yang komersial. Padalah tujuan awal dibuatnya Mambo adalah free (gratis) untuk semua orang dan siapapun boleh menggunakan, menduplikasi, atau bahkan memoddifikasi. Kondisi seperti ini memicu para develop yang memiliki tanggung jawab dan hati nurani kepada user membuat mereka hengkang dari kepengurusan Mambo. Yang pada akhirnya para develop yang tidak setuju tersebut bergabung dan menciptakan sebuah software “tandingan” Mambo. Maka terciptalah sebuah sofware yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama persis bernama Joomla. Hampir seluruh modul maupun komponen untuk Mambo dapat pula digunakan pula pada Joomla.Meskipun program ini menggunakan bahasa php, bukan berarti harus paham seluruhnya tentang kode php. Bagi mereka tidak memahami kode HTML, Javascript, ASP, CGI, , maupun php tidak perlu takut untuk mempelajarinya karena meskipun tidak tahu tentang kode-kode tersebut orang bisa membuat sebuah web secara cepat dengan beberapa

B.     PENGERTIAN JOOMLA

Joomla adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk membuat atau membangun sebuah website dinamis yang dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukungnya. Joomla! termasuk dalam kategori aplikasi CMS (Content Management System) open source, artinya dapat Anda pergunakan dengan sebebas-bebasnya atau bebas untuk mengoperasikannya. Sejarah Joomla! sendiri awalnya dikembangkan dari aplikasi CMS lainnya yaitu Mambo.

Terdapat 3 hal cakupan dasar yang harus ada untuk membangun website berbasis Joomla yaitu:

  1. PHP

PHP ( Personal Homepage ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hypertext Preprocessor merupakan bahasa pemrograman atau scripting yang bersifat server side. Hasil koding atau pembuatan sintaks atau program kode PHP akan dieksekusi oleh webserver dan kemudian akan dikirim dalam bentuk HTML ke browser client. Kode PHP tersebut tidak dapat dilihat oleh pengunjung, melainkan kode HTML yang merupakan hasil eksekusi kode PHP tersebut yang dapat dilihat oleh pengunjung. Untuk mengubah kode PHP tersebut menjadi kode HTML juga diperlukan sebuah aplikasi yaitu Engine PHP. Engine PHP tersebut akan digunakan bersama aplikasi webserver.

  1. DataBase
    Selain menggunakan bahasa pemrograman atau scripting PHP, Joomla! juga diciptakan dengan menggunakan database MySQL. Database ini akan digunakan untuk menampung data-data Joomla! milik Anda, seperti user, password, dan data-data lainnya
  2. Webserver
    PHP dan database merupakan dua hal dasar yang harus ada dalam membangun Joomla!, tetapi bagian terpenting yang harus ada dalam sebuah website adalah webserver, karena berfungsi sebagai pusat control dari pengolahan data website. Jadi input yang dilakukan oleh pemakai internet akan diolah kemudian dikembalikan lagi kepada pemakainya. Salah satu webserver yang sekarang ini banyak digunakan adalah Apache, karena telah banyak mendukung format file server tanpa perlu tambahan komponen aplikasi lagi. Terlebih lagi Joomla! akan berjalan baik bila menggunakan webserver Apache
  3. C.    FITUR  JOOMLA :

Fitur  yang dapat digunakan untuk membuat situs pada Joomla: Portal, Komersia, Non-profit dan Pribadi

  1. D.    Kelebihan dan Kekurangan Membuat Web dengan Joomla

Kelebihan Membuat Web dengan Joomla

Aplikasi yang beragam dapat dibuat menggunakan Joomla karena memiliki beberapa kemampuan, diantaranya:

  1. Dapat melakukan update halaman utama, halaman berita, halaman artikel, maupun halaman arsip secara cepat.
  2. Dapat melihat file Microsoft Word, Excel, dan PDF.
  3. Dapat menambahkan menu baru pada main menu, other menu, maupun top menu dengan mudah
  4. Dapat mengatur weblink dengan cepat dan mudah
  5. Dapat mengatur banner (iklan).
  6. Dapat mengatur FAQ (Frequently Asked Questions).
  7. Dapat mengatur Newsflashe
  8. Membuat arsip dan menampilkannya kembali
  9. Dapat mencetak, mengirim artikel lewat email, dan membaca artikel dengan format PDF.
  10. Dapat mengatur user dengan tingkat akses level yang berbeda.
  11. Dapat menambah komponen, modul, dan template dari pihak ketiga (seperti: forum, calendar, reminder, agenda, guestbook (buku tamu), shopping cart, dan sebagainya). Desain Joomla berbeda dengan aplikasi sejenis seperti Microsoft Frontpage maupun Macromedia Dreamweaver. Joomla sangat fleksibel, mudah digunakan, dan bentuknya sederhana, menjadikan software ini sangat friend user karena:
  • Kemudahan Instalasi

Kemudahan instalasi merupakan kelebihan CMS Joomla!. Joomla bisa diinstal secara offline maupun online. Jika kita akan menginstal Joomla! secara offline, maka komputer kita hanya butuh server seperti WAMP. Secara online, Joomla! dapat diinstal di bagian fantastico control panel website kita. Saat ini sudah banyak webhosting yang memberikan fasilitas control panel, hal ini semakin memudahkan kita untuk menggunakan Joomla

  • Kemudahan Pengelolaan

Pengelolaan Joomla tidaklah susah. Kita tinggal mengelola website dari halaman administrator, tanpa harus menguasai bahasa pemrograman web. Orang awam dapat dengan mudah menjalankannya

  • Open Source

Open Source adalah upaya untuk melepaskan kode-kode program kepada publik. Karena Joomla adalah CMS Open Source, maka kita dapat menggunakannya secara gratis. Kita hanya cukup membayar web hosting

  • Banyak Fitur

Joomla mempunyai banyak fitur di dalamnya. Component dan module dapat di download secara gratis. Selain itu pengguna juga dapat dengan gampang merubah tampilan web hanya dengan mendownload template dan menginstalnya

  • Kemudahan Peng-costum-an.

Joomla mudah di-custom, baik itu dengan cara object-class ataupun gaya progamming lainnya. Sehingga serumit apapun aplikasi, bisa ditangani dengan mudah tanpa perlu terlebih dahulu memahami API Joomla

Kekurangan Membuat Web dengan Joomla

Joomla sebagai alternatif pengembangan web dalam waktu yang cukup singkat, tentunya mempunyai beberapa kelemahan CMS pada umumnya.
Kelemahan ini harusnya diketahui oleh pengembang yang benar-benar menggunakan Joomla sebagai engine website secara utuh, bukan sebagai referensi.

  • Kemampuan website membuat link yang mudah dibaca dan cepat dikenali oleh mesin pencari masih kurang.

Kelemahan ini membuat website kita jarang menempati urutan teratas dari hasil pencarian mesin pencari. Jika anda ingin mengubah Joomla! memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal ini maka anda perlu install komponen freeware Open SEF tetapi kemampuannya tidak sebaik Advanced SEF. Pengguna Joomla! juga harus berhati-hati karena website-nya bisa saja tidak bisa diakses setelah SEF diaktifkan

  • Keterbatasan ACL (Access Control List)

ACL atau Access Control List adalah kemampuan CMS untuk memberikan akses yang berbeda kepada setiap penggunas atau group tertentu. Dalam hal ACL, maka Joomla! hanya menyediakan group tertentu saja, yaitu: Super Administrator, Administrator, Manager, Publisher, Editor, Registered Pengguna dan Guest. Joomla! tidak mengijinkan anda untuk menambah ACL ini atau mengubah ACL ini.

  • Ketiadaan Multisite

Multisite adalah kemampuan CMS untuk membuat website induk yang terdiri atas beberapa website anak. Sehingga jika perlu upgrade maka cukup induknya saja yang di-upgrade. Ini berguna sekali untuk membangun website komunitas di mana masing-masing anggota mempunyai website-nya sendiri. Fasilitas Multisite ini tidak terdapat di Joomla!.

  • Ketiadaan Tracker

Tracker adalah kemampuan CMS untuk menampilkan apa saja yang pernah ditulis atau dikirim oleh pengguna tertentu. Pada website ini jika anda klik “Tracker” maka akan ditampilkan semua blog, artikel, forum, maupun komentar yang pernah anda tulis. Fasilitas ini tidak terdapat pada Joomla.

  • Kurangnya Cache Memory

Cache memory pada CMS adalah kemampuan CMS untuk menyimpan secara dinamis halaman website yang telah dibuka, dengan demikian tidak perlu melakukan query ulang pada database tetapi cukup satu query saja. Cache pada Joomla! hanya sekitar 12%.

E.     CARA MENGINSTAL CMS JOOMLA

  1. Buat folder baru di C://xampp/htdocs dengan nama misalnya joomlaku. Lalu Extract CMS joomla di folder tersebut. Lihat gambar untuk lebih jelasnya.001

2. Browser anda lalu ketikan http://localhost/phpmyadmin untuk membuat database baru , lalu ketik nama database terserah anda,  misalnya joomlaku , lalu enter  untuk membuat database. Lihat Gambar lebih jelasnya.

0003

3. Buka browser anda lalu ketik http://localhost/joomlaku (atau nama folder yang anda buat). Language :Akan muncul pilihan bahasa, pilih english(US) dan klik next (lihat lingkaran kuning)

4

4. Pada bagian pre-installation check : pastikan setiap item ditandai warna hijau. Lalu klik Next. (Lihat lingkaran kuning).

5

5. License : klik next jika sudah paham (lingkaran kuning pada gambar dibawah ini:

6

6. Database : Konfigurasi database untuk joomla. Isi form berikut dengan Host Name = localhost, Username = root, Password (kosongkan saja bila pada saat penginstalan xampp anda tidak memberikan password), lalu Database Name diisi dengan nama joomla  (atau nama data base yang anda buat) untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini. Lalu Klik Next (Lingkaran kuning)

7

7. FTP configuration : langsung ketik next saja (lihat lingkaran kuning) pada gambar dibawah ini

8

8.  Main Configuration : Site Name = nama website yang kita inginkan (misalnya fatimah ict), Email = alamat email anda (misal fatimah_fillah@yahoo.co.id , admin username = tima (atau bebas terserah anda karena ini akan digunakan pada saat login) dan password = password anda (untuk login nanti jadi harus diingat). Setelah semua diisi klik Next (Lingkaran kuning).

9

9. Finish : Anda sudah berhasil menginstal Joomla, tetapi sebelum anda ke langkah selanjutnya klik Remove installation folder (lingkaran hijau) agar tidak terjaid re-instal pada yang baru saja anda instal. Lalu klik Site (tanda panah kuning) untuk melihat website anda dan untuk lebih jelasnya lihat gabar dibawah ini.

10

10. Inilah tampilan website  CMS Joomla setelah selesai diinstal (seperti gambar dibawah ini), Silahkan Login untuk mengubah template dan lain-lain sesuai keinginan anda untuk merubahnya.

11a

 

 

 

 

 

SEKIAN

SELAMAT MENCOBA MOGA SUKSES

AMIN

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s